Selasa, 07 September 2010
 
[ Sabtu, 31 Juli 2010 ]
Final Dini di Semifinal Honda DBL
Tim Putra Sinlui Hadapi Frateran

SURABAYA - Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Development Basketball League (DBL) 2010 East Java Series, hari ini (31/7) memasuki salah satu babak terpenting. Bertempat di dua lokasi, DBL Arena Surabaya (untuk kawasan north) dan GOR Pertamina UB Brawijaya Malang (untuk kawasan south), Honda DBL hari ini melangsungkan babak fantastic four alias semifinal.

"Laga semifinal ini akan sangat berbeda dengan laga-laga penyisihan hingga big eight. Sebab, tim akan bertanding dengan waktu bersih. Semua yang bertanding harus sangat memperhitungkan hal ini terkait dengan performa pemain," ujar Donny Rahardian, events and basketball operations manager DBL Indonesia.

Di DBL Arena Surabaya, laga yang memperebutkan tempat di final north region tersebut akan diwarnai pertarungan seru antara tim putra SMA Frateran Surabaya dan SMA St. Louis 1 Surabaya. Begitu serunya, laga yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 itu disebut-sebut sebagai final dini.

Baik Frateran maupun Sinlui -sebutan SMA St. Louis 1 Surabaya- punya track record yang baik sepanjang babak penyisihan hingga big eight. Mereka selalu menang dengan perbedaan poin yang terpaut cukup jauh atas lawan-lawannya. Dua tim itu juga sama-sama unggul di berbagai aspek, baik skill pemain, mental, pelatih, maupun aspek fanatisme suporter.

Yang unik, laga itu juga menjadi nostalgia bagi pelatih Frateran Njoo Soen Eng. Dulu, pelatih yang akrab disapa Yong Yong tersebut pernah menjadi pelatih Sinlui. "Sebagai pelatih yang pernah membesarkan Sinlui, saya turut bangga dengan perkembangan mereka. Namun, saya tidak akan melunak melawan Sinlui nanti," ujarnya.

Pemain Frateran juga mengakui kehebatan Sinlui. Kapten Frateran Erwin Subiantoro menyebutkan dua nama yang paling dikhawatirkan dari tim Sinlui. Yaitu, Ricky Martijono dan Laurentius Steven. "Ricky punya teknik yang bagus, mulai dribble sampai shooting. Steven memiliki tinggi 195 cm. Dengan tinggi segitu, pasti dia jago rebound," katanya.

Namun, sama dengan Frateran, Sinlui menganggap tim asuhan Yong Yong tersebut lawan yang paling berbahaya di Honda DBL. "Teamwork mereka bagus. Selain itu, mainnya selalu tenang," ujar Ricky Martjiono, guard Sinlui.

Pemain Frateran lain yang diwaspadai oleh Sinlui adalah William Christian Sindhu. Kemampuan Sindhu dalam shooting tidak diragukan lagi. Tembakan yang dilancarkannya dari dalam keyhole sering berbuah angka. "Semakin hari, mid-range-nya (jarak tembakan dua poin) semakin jauh. Bahaya!" ujar Laurentius.

Meski kemampuan defense Sinlui bakal sangat diuji, mereka sama sekali tidak takut. "Kami tidak akan meremehkan siapa pun lawannya. Sekurang apa pun, sehebat apa pun, pasti kami habisi. Kami telah bertekad main all-out di setiap pertandingan. Sebab, target kami juara," ujar Lena, pelatih Sinlui.

Selain pelatih dan pemain yang bersiap di fantastic four, suporter pun bakal mengerahkan kemampuan maksimalnya. "Hari ini kami bakal mendatangkan 1.200 orang, mulai kelas X sampai kelas XII ditambah guru-guru. Semuanya sudah fix dan terkoordinasi. Tapi, 1.200 orang itu belum ditambah alumni lho," ujar Oliver Wibisono, koordinator suporter Frateran.

Selain bisa menikmati pertandingan-pertandingan seru, babak fantastic four ditetapkan sebagai Zee Day. Hari ini, penonton yang datang ke DBL Arena Surabaya dan GOR Pertamina UB Malang akan mendapatkan hiburan dari Zee. Produk susu kalsium yang juga official partner kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia itu bakal menghadirkan sajian modern dance dan break dance di tengah lapangan.

"Nanti ada hadiah-hadiah seru yang dibagikan oleh Zee untuk penonton," ujar Donny. Sejumlah pemain juga bisa mengikuti Zee Battle dengan hadiah total jutaan rupiah.

Open gate sejak pukul 11.00, fantastic four untuk Honda DBL di kawasan north tidak hanya menjadi babak penting bagi tim basket. Tim yel-yel juga akan memasuki babak penting. Hari ini sepuluh peserta yel-yel competition yang masuk dalam list top ten akan beradu kemampuan.

"Di sana mereka akan tampil, lalu diseleksi menjadi lima besar. Lima tim yel-yel terbaik itu akan kembali tampil di final kawasan north sekaligus semakin dekat ke gelar juara 1, 2, dan 3," jelas Arizal Perdana Putra, events and basketball operations coordinator DBL Indonesia.

Top ten yel-yel competition yang bakal tampil hari ini di DBL Arena Surabaya adalah SMA Frateran Surabaya, SMA Gloria Surabaya, SMA Santa Agnes Surabaya, SMA Santa Maria Surabaya, SMA St. Louis 1 Surabaya, SMAN 3 Surabaya, SMAN 3 Sidoarjo, SMA Petra 5 Surabaya, SMAN 1 Gresik, dan SMA Stella Maris Surabaya. (daf/c6/fry)

 


HALAMAN KEMARIN