Penyumbang Suara Terbesar Risma-Bambang
SURABAYA - Kemenangan Tri Rismaharini-Bambang Dwi Hartono tak lepas dari peran dua kecamatan, yakni Mulyorejo dan Rungkut. Dua kecamatan itu menjadi penyumbang suara terbesar bagi pasangan nomor urut 4 tersebut.
Di Kecamatan Mulyorejo, Risma-Bambang memperoleh 13.386 suara, sedangkan Cacak 7.251 suara. Dengan demikian, selisihnya 6.135 suara. Selanjutnya, Fu-Yu, Dimaz, dan Fitra-Naen membuntuti pada peringkat ke-3, ke-4, dan ke-5.
Di Rungkut, Risma-Bambang mendapatkan 15.595 suara, sementara Cacak 9.405 suara. Selisihnya 6.190 suara. Setelah itu, peringkat ke-3, ke-4, dan ke-5 dihuni Fu-Yu, Dimaz, dan Fitra.
Hasil tersebut sesuai dengan
quick count Lingkar Survei Indonesia (LSI) beberapa waktu lalu. Dalam survei itu, pasangan Risma-Bambang mendominasi di wilayah tengah, selatan, dan timur. Tiga kecamatan tersebut merepresentasikan keunggulan pasangan nomor 4 di wilayah timur. Sementara itu, Cacak lebih dominan di daerah pinggiran, seperti wilayah utara dan barat.
Sekretaris Ranting Kelurahan Mulyorejo Hariyanto mengatakan, ada beberapa faktor penyebab Risma-Bambang unggul di Kecamatan Mulyorejo. Pertama, daerah tersebut memang merupakan basis PDIP. Kedua, PAC Mulyorejo berperan besar dalam mengakomodasi seluruh anggotanya. "Mulai teman-teman di PAC, ranting, hingga anak ranting. Kami bekerja untuk menyosialisasikan Bu Risma dan Pak Bambang," jelasnya.
Dia mengatakan, sebenarnya sosok Risma-Bambang sudah melekat di hati masyarakat. ''Tanpa bermaksud menyombongkan diri, sosok mereka tanpa dijual juga semua orang sudah tahu," ujarnya. Popularitas Risma-Bambang juga terangkat ketika ada kampanye akbar di Mulyorejo beberapa waktu lalu. Ketika itu, jalan sehat dihadiri kurang lebih 7.000-10.000 warga. ''Waktu itu, Pak Bambang sendiri hadir. Sehingga, antusiasme warga amat tinggi," ujarnya. Apalagi, warga setempat
all-out mendukung pasangan yang diusung PDIP tersebut.
Di Kecamatan Rungkut yang merupakan basis PDIP, dominasi Risma-Bambang juga tidak tergoyahkan. Itulah sebabnya, di kecamatan tersebut, selisih suara Risma-Bambang dengan Cacak paling tinggi.
Sementara itu, tim sukses Fu-Yu ngotot ingin mengawal penghitungan suara sampai akhir.
"Ini tidak berarti kami tidak siap kalah. Sesuai deklarasi, kami siap menerima itu. Tapi, kami ingin mengawal penghitungan suara sampai selesai agar proses ini berjalan lurus," kata Budi Harjanto, ketua tim sukses Fu-Yu. (kit/fim/c7/oni)