Selasa, 07 September 2010
 
  Berita Utama
[ Sabtu, 31 Juli 2010 ]
Menag Larang Umat Islam Sweeping Tempat Hiburan
JAKARTA - Menjelang Ramadan, pemerintah mengimbau umat muslim di tanah air menghormati kesucian bulan tersebut. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengimbau umat muslim tidak men-sweeping tempat-tempat hiburan malam. Kegiatan itu, kata Suryadharma, tidak mencerminkan sikap muslim

''Apalagi, hal itu (sweeping, Red) adalah wewenang aparat yang berwajib, bukan wewenang mereka,'' katanya di Jakarta Jumat kemarin (30/7).

Suryadharma menegaskan, umat Islam sebaiknya menghindari segala bentuk kekerasan menjelang Ramadan. Aksi sweeping, kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu termasuk salah satu bentuk kekerasan. ''Sebab, sering terjadi tindakan anarkis dalam prosesnya. Biarkan saja petugas yang melakukan,'' terangnya.

Dia menyayangkan kekerasan yang kembali terjadi di Jawa Barat (Jabar) yang dipicu aktivitas kelompok Ahmadiyah. Mantan Menkop UKM itu meminta kelompok Ahmadiyah berhenti beraktivitas. Menurut dia, sudah jelas dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri bahwa Ahmadiyah merupakan ajaran sesat. ''Kalau Ahmadiyah menaati SKB, berhentilah mengembangkan ajarannya. Harapan saya, semua pihak menaati SKB tiga menteri itu,'' ujarnya.

Suryadharma menuturkan, dalam SKB tiga menteri itu dijelaskan bahwa Ahmadiyah adalah ajaran Islam yang tidak benar. Dia kemudian meminta penegak hukum menaati SKB tiga menteri itu. ''Ya, saya minta penegak hukum bertindak tegas kepada siapa pun yang melanggar surat keputusan itu,'' tegasnya.

Suryadharma mengimbau masyarakat menahan diri. Dia juga meminta masyarakat tak mengembangkan budaya kekerasan saat menyikapi perbedaan. ''Kasus Kuningan sudah ditangani kepolisian. Dan, saya yakin, pemerintah setempat bisa mengatasi persoalan tersebut,'' ujarnya. (zul/c4/iro)