[ Sabtu, 31 Juli 2010 ]
Efek Positif Pengajian Lansia Masjid Al Akbar Surabaya
RUANG Abubakar Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) terlihat ramai Sabtu pagi (24/7). Di ruangan tersebut ada lebih dari 30 orang yang duduk rapi. Pria dan wanita tampak terpisah. Mereka mendengarkan kajian tentang kerukunan antarumat beragama yang disampaikan Direktur Utama (Dirut) MAS H Hendro Siswanto.
Topik tentang Kebijakan Pemerintah dalam Mewujudkan Kerukunan Antarumat Beragama menarik perhatian seluruh peserta. Dengan seksama, peserta yang rata-rata berusia lebih dari 50 tahun itu menyimak materi. ''Kegiatan ini memiliki makna positif bagi kami,'' ujar Sudarsono, salah seorang peserta.
Ketua Karang Wreda MAS Koes Soebagio menyampaikan hal yang sama. Sebab, dengan mengikuti kegiatan pengajian rutin tersebut, pengetahuan para peserta tentang agama meningkat. ''Supaya hati kami tenteram, tidak kemrungsung,'' ungkap pria 66 tahun itu.
Sebagai ketua, Koes selalu memberikan pengarahan kepada para anggotanya untuk sering-sering menyebut asma Allah supaya dekat dengan sang Pencipta hingga akhir hayat. Dengan begitu, mereka senantiasa merasakan kedamaian jiwa. ''Jadwal aslinya dilakukan setiap Kamis minggu terakhir tiap bulan, bakda (setelah) asar,'' ucap kakek dua cucu itu.
Setiap pertemuan, berbagai tema mereka sampaikan. Selain masalah agama, seluk-beluk tentang kesehatan sering menjadi bahan pembicaraan. Sebab, kesehatan merupakan perhatian utama. Meski tergolong senior, mereka tetap ingin memiliki kesehatan prima sehingga mampu menjalankan segala aktivitas yang berguna. Termasuk pengajian.
Maklum, pengajian tersebut juga menjadi ajang silaturahmi. ''Apalagi, para lansia di karang wreda kami tidak hanya berasal dari satu wilayah,'' katanya. Bahkan, ada yang berdomisili di Sidoarjo. ''Tapi, pengajian tidak hanya ditujukan untuk lansia yang bergabung dengan karang wreda,'' ujarnya.
Anggota perkumpulan lain di MAS boleh mengikutinya. Seperti para anggota dari Klub Jantung Sehat Lokasi MAS. Selama ini para anggota klub yang juga sudah lansia ikut aktif dalam setiap kegiatan pengajian. Sebab, banyak juga di antara mereka yang menjadi anggota karang wreda sekaligus anggota Klub Jantung Sehat. ''Biasanya, pengajian dilakukan sekitar sejam,'' ungkap M. Hasyim, ketua Klub Jantung Sehat Lokasi MAS.
Menurut Koes, pengajian untuk para lansia tersebut tidak berlangsung secara tiba-tiba. Mereka sudah sekitar dua tahun mengadakannya. Hal itu berpedoman pada anjuran pemerintah untuk memberdayakan lansia supaya mereka tidak hanya berpangku tangan di rumah. ''Kalau sore, banyak peserta yang datang karena tugas di rumah sudah selesai,'' katanya. ''Kalau pagi seperti ini mungkin masih ada yang mengantar cucu sekolah,'' imbuh Koes. (may/c13/nda)
---
Tentang Pengajian Lansia MAS
Pengajian itu diselenggarakan rutin setiap bulan, Kamis selepas asar. Kecuali, ada agenda lain.
Pesertanya lebih dari 100 orang.
Yang dibahas adalah keagamaan, kesehatan lansia.
Selain memperdalam pengetahuan agama, pengajian menjalin tali silaturahmi.